17:37
1



Dalam Bidang Politik.
Jend. Besar TNI Purn. H.M. Soeharto adalah presiden kedua Indonesia menggantikan Soekarno. Di dunia internasional terutama di dunia barat Soeharto lebih dikenal dengan sebutan “the smiling general” sang jendral yang tersenyum. Soeharto lahir di dusun Kemusuk, desa Argomulyo, kec. Sedayu, Bantul, Yogyakarta pada 21 Juni 1921 – meninggal di Jakarta pada 27 Januari 2008 pada usia 86 tahun.
Orde baru atau yang sering dikenal sebagai Orba adalah sebutan bagi masa pemerintahan pada masa Presiden Soeharto. Pada tahun 1968, MPR secara resmi melantik soeharto sebagai presiden Indonesia untuk masa jabatan 5 tahun, dan soeharto dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei. Dimasa Orde baru presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan (presidensil). Angota legislatif terdiri dari fraksi partai, fraksi golongan non partai, dan fraksi ABRI.
Salah satu kebijakan pertama yang dilakukan presiden Soeharto adalah mendaftarkan kembali Indonesia menjadi anggota PPB. Program  Orde baru lebih memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur Administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan bangsa barat. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif, anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan keluarga cendana. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pemerintah. Selama masa pemerintahan Soeharto, kebijakan-kebijakan tersebut dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata. 70% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setiap povinsi harus di setor ke pusat setiap tahunya.
Di masa Orde baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti radio dan TV mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Serta  salah satu program transmigrasi yg diberitakan melalui media radio, penerapkan program transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa, Bali dan Madura ke luar Jawa, terutama ke Sumatera dan Kalimantan, tidak sepenuhnya mendapat tanggapan baik, dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program tersebut adalah terjadinya marjinalisasi atau kecemburuan penduduk pribumi terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. Sehingga menimbulkan isu bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang disertai sentimen anti Jawa di berbagai daerah.
Awal keterpurukan pemerintahan Soeharto terjadi pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan, yang mengakibatkan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Dan mengakibatkan timbulnya para demonstran, yang awalnya dipimpin paramahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa demonstran yang semakin meluas, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memili wakil presiden B. J. Habibie untuk menjadi presiden ketiga Indonesia menggantikan beliau.

 Dalam bidang Ekonomi.
Dalam konfrensi ke-23 Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Yang diadakan di Roma, Italia pada 14 November 1985. Sekitar 165 negara anggota FAO mengirimkan wakilya menghadiri konfrensi tersebut termasuk Indonesia yang di wakili langsung oleh Soeharto. Yang membuat perhatian mata dunia saat itu adalah presiden Soeharto yang sukses menganrarkan Indonesia dari pengimpor beras terbesar di dunia menjadi swasembada. Soeharto sekaligus  menyerahkan bantuan satu juta ton padi kering dari para petani Indonesia untuk diberikan kepada rakyat Afrika yang engalami kelaparan. Karna keberhasilan itu FAO memberikan penghargaan khusus bendali emas pada 21 juli 1986. Sebab itu pada 10 Maret 1988, Soeharto kembali terpilih sebagai presiden oleh MPR yang kelima kalinya. Mata dunia kembali tertuju lagi kepada seorang Soeharto. Karena sukses dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana, Presiden Soeharto mendapat piagam penghargaan di Markas Besar PBB di New York pada 8 Juni 1989. Dalam pidatonya iya mengatakan “kenaikan produksi pangan tidak banyak berati jika pertambahan juamlah penduduk tidak terkendali”. Soeharto dianugrahi UN Population Award, penghargaan tertinggi di bidang kependudukan. Penghargaan itu di berikan langsung oleh sekretaris jendral PBB.
Pada tahun 1997 krisis moneter melanda Asia yang berdampak juga ke Indonesia. Bahkan krisis itu berdampak juga pada sektor ekonomi Indonesia. Sehingga pada 8 Oktober 1997 Soeharto meminta bantuan kepada IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor ekonomi.
Di tengah krisis ekonomi yang parah, walau mendpat penolakan pada 10 Maret 1998 MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya, karena krisis ekonomi yang belum teratasi pada 17 Maret 1998 Soekarno menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka mengatasi krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.
Tak lama setelah terpilihnya Soekarno untuk periode yang ketujuh beliau menghadapi tuntutan untuk mundur pada 1 Mei 1998, kurang lebih berselang 70 hari setelah diangkat kembali menjadi presiden, Soeharto terpaksa mundur dari jabatannya sebagai presiden pada 21 Mei 1998.



Referensi:        1. Peter Kasenda, SOEHARTO, Buku kompas, jakarta, 2013.
                        2. http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto
Next
This is the most recent post.
Older Post

1 comments: